Pernah nggak sih kalian pengen ganti Harddisk lama ke SSD yang lebih ngebut, tapi males banget kalau harus install ulang OS dari nol? Apalagi kalau OS-nya Linux (seperti Red Hat, Ubuntu, dll) yang config-nya udah ribet banget.
Biasanya, orang menyarankan pakai Clonezilla. Memang bagus sih, tapi tampilannya yang hitam putih penuh teks sering bikin pusing dan takut salah pencet.
Nah, kabar gembira! Saya baru aja nemu solusi yang Gratis, Open Source, dan Gampang Banget. Namanya Rescuezilla.
Apa itu Rescuezilla?
Singkatnya, Rescuezilla adalah "Clonezilla tapi pakai tampilan grafis (GUI)". Jadi, kita nggak perlu ketik perintah aneh-aneh. Cukup klik-klik pakai mouse, beres! Software ini cocok banget buat kalian yang mau cloning isi harddisk (Windows, Mac, atau Linux) ke harddisk/SSD baru tanpa ribet.
Dan yang paling penting: Gratis!
Persiapan "Alat Tempur"
Sebelum mulai, siapkan dulu bahan-bahannya:
File ISO Rescuezilla: Download versi terbaru di situs resminya:
.https://rescuezilla.com/download Flashdisk: Minimal 4GB atau 8GB (Data di flashdisk akan dihapus, jadi backup dulu ya).
Software Rufus (Windows) atau BalenaEtcher: Untuk memasukkan ISO ke Flashdisk.
Harddisk/SSD Baru: Pastikan kapasitasnya sama atau lebih besar dari harddisk lama.
Langkah-Langkah Cloning (Semudah Itu!)
Berikut pengalaman saya menggunakan Rescuezilla untuk meng-clone harddisk berisi Red Hat Linux:
1. Buat USB Bootable Colok Flashdisk ke komputer, buka aplikasi Rufus/BalenaEtcher, pilih file ISO Rescuezilla yang sudah didownload tadi, lalu klik START atau FLASH. Tunggu sampai selesai.
2. Booting dari USB
Colokkan Flashdisk yang sudah ada Rescuezilla-nya ke PC/Laptop yang mau di-clone.
Pastikan Harddisk Lama (Sumber) dan Harddisk Baru (Target) sudah terpasang.
Nyalakan komputer dan masuk ke BIOS/Boot Menu (biasanya tekan F12, F2, atau Del).
Pilih booting dari USB Flashdisk.
3. Masuk Menu Rescuezilla Setelah loading sebentar, kalian akan disambut tampilan desktop yang familiar. Pilih Bahasa (Inggris recommended), lalu akan muncul menu utama yang simpel banget.
4. Proses Cloning
Pilih tombol besar bertuliskan "Clone".
Ikuti wizard-nya:
Source Drive: Pilih harddisk lama kalian.
Destination Drive: Pilih harddisk/SSD baru kalian.
Rescuezilla akan mengecek partisi. Klik Next.
Konfirmasi peringatan bahwa data di harddisk baru akan ditimpa. Klik Yes/Next.
5. Tunggu Sambil Ngopi Proses cloning akan berjalan. Lamanya tergantung seberapa banyak data dan kecepatan harddisk kalian. Karena tampilannya grafis, ada progress bar yang jelas, jadi kita nggak nebak-nebak kapan selesainya. Saya jalankan untuk Harddisk 1 Tb +- 2 jam kurang. di kecepatan transfer data tertera rata rata 9,5 Gb.
6. Selesai! Setelah muncul notifikasi "Cloning Completed", matikan komputer (Shutdown). Cabut Flashdisk dan Harddisk Lama. Coba nyalakan komputer dengan Harddisk Baru.
Voila! Semua data, sistem operasi, settingan, wallpaper, sampai file di Recycle Bin pun pindah persis sama seperti aslinya.
Kesimpulan
Buat saya yang pakai Red Hat Linux, Rescuezilla ini penyelamat banget. Dia bisa baca sistem file Linux dengan sempurna tanpa error. Buat pengguna Windows pun pasti lebih mudah pakai ini daripada software berbayar yang kadang fiturnya dibatasi.
Jadi, kalau mau upgrade SSD atau backup data, nggak usah bingung cari software bajakan. Pakai Rescuezilla aja. Legal, Gratis, dan Semudah itu!
Selamat mencoba! Ada yang pernah pakai juga? Tulis di kolom komentar ya!
No comments:
Post a Comment